Assalamualaikum
Sahabat kuncimedia
Salam
Berbudi.....Menjelang akreditasi sebagian sekolah akan lebih sibuk dari kepala
sekolah, guru, TU serta warga sekolah lain. Akreditasi sekolah dan kampus dilakukan
dengan tujuan agar institusi sekolah maupun kampus meperbaiki kualitas dan mutu
hasil input/ output siswa/mahasiswa.
Kebanyakan sekolah baik baru dan lama tidak memikirkan tentang akreditasi bila waktu akreditasi belum dilaksanakan
dalam satu tahun atau lebih. Sekolah masih terlena dengan suasana santai dan
malah tidak menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam delapan standar penilaian. Inilah yang
terjadi hampir pada seluruh sekolah di Indonesia.
Harusnya
budaya yang santai disekolah bisa
dijalankan bila berkas-berkas yang berhubungan dengan delapan standar penilaian
sekolah disiapkan dari sejak dini dari satu persatu poin/aitem. Agar bila terjadi
akreditasi bahan sudah tersedia semua.
Apablia
budaya santai di institusi sekolah dijalankan tampa adanya bukti nyata berupa
photo kegiatan atau bukti tertulis baik itu kegiatan dan manajemen sekolah akan
merugikan sekolah itu sendiri. Dan apalagi bila guru juga ikut budaya santai
dimana tidak menyiapkan perangkat pembelajaran dan penilaian.
Akhirnya
dari budaya santai sekolah akan terbebani bila sekolah akan melakukan
akreditasi. Dari ini semua akan menghasilkan akreditasi nilai rendah. Hal ini
tentunya sekolah tidak mau terjadi.
Bagaimana
cara menutupi ini agar nilai akreditasi dapat tinggi ? Banyak
cara sekolah yang dilakukan dalam menghadapi akreditasi yakni :
- Pertama sebagian sekolah menanggapi santai aja dan tidak banyak bahan yang disiapkan dalam akreditasi. Sekolah tidak membentuk tim delapan standar penilaian akreditasi. Sekolah mencoba dengan adanya sarana dan prasarana dengan ektrakulikuler disekolah memenuhi serta manajemen yang cukup bagus akan dapat nilai akreditasi berapa?
- Sebagian sekolah lagi dengan adanya informasi ini, maka enam atau tiga bulan sebelumnya lakukan
persiapan dengan SKS (istilah siswa ikut mau ujian sistem kebut semalam) artinya frekuensi kerja lembur
dilakukan demi akreditasi. Kemudiaan sekolah juga membentuk tim delapan standar penilaian akreditasi. Bila dalam pengecekan dari delapan standar penilaian akreditasi per aitem/poin berkas-berkas yang harus disiapkan belum ada maka harus diadakan.
- Bila
sekolah kurang lengkap dalam sarana dan prasarana serta bahan yang dibutuhkan
juga kurang ,biasanya sekolah akan meberikan servis/pelayanan sempurna kepada
tim akreditasi. Kadang sekolah yang sudah lengkap juga sama akan
memberikan servis/pelayanan yang sempurna kepada tim akreditasi agar nilai
akreditasi tidak turun dari nilai tahun sebelumnya.
Sekarang
jaman sudah ITC atau pengurusan secara online, alangkah indahnya bila akreditasi dilakukan secara online tidak perlu seperti sekarang yang masih secara
manual dengan menyiapkan berkas-berkas yang banyak. Cukup dengan akreditasi secara online yang diserta bukti fisik dari sekolah sudah menjadi gambaran orisinil yang sudah memenuhi syarat. Paling penting pemerintah daerah atau propinsi melalui badan akreditasi membuat kebijakan yang terukur dan tepat sasaran dengan sistem akreditasi online.
Kebijakan inilah yang akan dipatuhi oleh seluruh sekolah yang akan melakukan akreditasi. Cara ini lebih simpel yang tidak mengeluarkan biaya banyak bagi sekolah. Cukup
delapan standar penilaian di masukkan aplikasi online yang tersedia dan disertakan buktinya
sarana dan prasarana secara mendetail dari sekolah tersebut. Ini dilakukan untuk mengurangi efek error dalam proses akreditasi oleh sekolah.
Demikianlah
informasi akreditasi yang dialami sekolah-sekolah di Indonesia. Alangkah indahnya bila sekolah budaya menservis/pelayanan sempurna kepada tim akreditasi dihilangkan atau tidak diberikan. Lebih baik sekolah menerima hasil akreditasi apa adanya daripada dapat nilai akreditasi tinggi tapi tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berikan penilaian sesuai kenyataan yang ada disekolah tersebut.
Sekolah mari bersama-sama membudayakan hasil riil tampa manifulasi. Kita contoh guru lakukan dalam memberikan ulangan kepada peserta didiknya dikelas dengan nilai sebenarnya tampa menkonversi nilai. Semoga akreditasi
sekolah secara aplikasi online bisa terwujud yang memberikan keringanan sekolah
dalam menekan biaya tersebut. Semoga bermanfaat.