Assalamualaikum
Sahabat Kuncimedia
Salam
Berbudi......SMK dibawah naungan kemendikbud dikatakan berkualitas bila sekolah
tersebut mampu bersinergi dengan kementerian bidang kempetensi kealian yang
dibuka sekolah tersebut agar mendapatkan lulusan yang terampil dalam bidangnya.
Selain itu SMK juga bersinergi dengan perusahan yang bunafif sesuai bidang
kompetensi kealian yang mampu menampung lulusan dari SMK itu.
Sekolah
menengah kejuruan menjadi salah satu institusi pendidikan penting dalam
menghasilkan tenaga kerja terdidik dan terampil. Sinergi berbagai kementerian
diperlukan untuk mendukung SMK berkualitas dan berdaya saing.
Sebagaimana
dalam laman kompas, Kepala SMK Puger, Jember, Jawa Timur, Kuntjoro B Dhiyauddin
menjelaskan, untuk menghasilkan lulusan SMK kelautan dan perikanan yang
berkualifikasi internasional, diperlukan sinergi Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Perhubungan.
Dengan adanya sinergi, siswa terbantu untuk menjalani uji sertifikasi yang
berbiaya lebih terjangkau.
Dia
menambahkan, SMK kelautan dan perikanan terus memberikan masukan supaya ada
sinergi yang kuat sehingga memudahkan sekolah dan siswa meningkatkan
kualifikasi serta kompetensi. Jangan terjadi siswa yang berstatus pelajar sudah
dianggap sebagai pelaut sungguhan.
"Kalau
hal itu terjadi, untuk bisa mengurus buku pelaut, pelatihan dasar keamanan di
laut atau basic safety training, serta mendapatkan sertifikasi berlayar, siswa
dikenai biaya tinggi. Padahal, kita harus mendorong lebih banyak lulusan SMP
melanjutkan ke SMK kelautan dan perikanan," ujar Kuntjoro.
Sekolah
yang dipimpin Kuntjoro ditetapkan oleh Kemdikbud sebagai salah satu SMK Rujukan
Bidang Kelautan dan Perikanan.
Kepala
SMKN 1 Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, Jauharudin Nandang mengatakan, sekolah
kejuruan bidang kehutanan berada di bawah Kemdikbud, tetapi penguatan
kompetensinya mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan. Lulusan SMK kehutanan direkrut untuk bekerja di badan usaha milik
negara yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup serta kehutanan.
"Keberhasilan
SMK membekali lulusan yang terampil dan sesuai kebutuhan dunia kerja tergantung
dari input institusi pemerintah dan dari perusahaan," ujar Nandang.
Menurut dia, input atau masukan itu terutama mengenai pekerja yang dikehendaki
oleh perusahaan.
Koordinator
Lapangan Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia Marlock
mengatakan, sinergi berbagai kementerian harus mampu menjawab berbagai kendala
yang menghambat pengembangan institusi SMK atapun lulusannya. Dalam melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi umum atau kedinasan, menurut dia, masih ada
berbagai kendala yang ditimbulkan oleh kementerian atau institusi tertentu.
"Kejuruan di SMK sudah sesuai dengan kementerian yang ada, tetapi
kementerian yang bersangkutan tak pernah memanfaatkan kehadiran SMK itu,"
kata Marlock.
Direktur
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad mengatakan,
rancangan instruksi presiden untuk menguatkan SMK dengan menyinergikan berbagai
kementerian sedang disiapkan. "Dengan inpres, diharapkan semua kementerian
atau lembaga saling bersinergi untuk menyiapkan standar kompetensi,
memfasilitasi praktik kerja dan pemagangan, meningkatkan kualitas lulusan
melalui sertifikasi, serta meningkatkan keterserapan di dunia kerja," kata
Hamdi.
Direktur
Pembinaan SMK Mustaghfirin Amin mengatakan, jangan sampai ada aturan yang
menghambat SMK dalam menyiapkan SDM untuk mendukung pembangunan.
Demikianlah
informasi SMK dikatakan berkualiatas bila SMK tersebut mampu bersinergi dengan
kementerian lain selain kemendikbud yang mana berhubungan dengan program
keahlian yang dibuka disekolah tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat.